Tampilkan postingan dengan label Kisah Sebuah Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Sebuah Hati. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Juli 2010

KISAH CINTA AMANDA (48)

Moving on, is a simple thing, what it leaves behind is hard.

DAVE Mustaine, tahu persis konsekuensi dari kalimat ucapannya yang aku kutip di atas. "Melanjutkan kehidupan itu hal mudah, apa yang musti dilupakan itulah yang yang susah", itulah yang aku alami selama sepuluh bulan terakhir. Bagiku, melupakan Amanda, adalah perjuangan paling sulit, bahkan yang tersulit selama hidupku.

Amanda, perempuan yang selalu menganggap dirinya sederhana, meskipun buatku adalah perempuan sempurna. Sempurna di depan publik, sempurna di ruang privat. Sempurna secara fisik, sempurna di dalam batin.

Perempuan yang menurutku setengah Dewi. perempuan yang selalu akan menari, berjoget, dan menyanyikan tembang cinta dalam ruang hayalku -- persis seperti senar-senar melody yang dimainkan Mustaine yang terus menerus mengganggu kupingku.


Amanda, jika engkau saat ini bahagia, kudoakan semoga hal itu benar-benar terjadi, dan engkau menikmati kebahagiaan itu dengan cintamu, dengan hatimu.

Tetapi jika engkau menderita, berjuanglah dan yakinlah, bahwa, kita akan raih mimpi-mimpi kita dahulu, janji-janji yang pernah kita cipta dalam kesadaran dan lupa kita, janji bahwa kita akan hidup bersama, entah di alam nyata, entah di alam berbeda.


- Ruang Hampa, 19 Juli 2010.

-----------

Dave Mustaine (lahir di La Mesa, California, Amerika Serikat, 13 September 1961; umur 48 tahun) adalah salah satu musisi thrash metal paling penting dan motor kelompok Megadeth. Orang tua Mustaine bercerai ketika ia berusia tujuh tahun, dan sebagai akibatnya, dia bertumbuh di berbagai suburb kumuh di sekitar Southern California.

Dave Mustaine terlibat dalam pembentukan grup Metallica pada tahun 1981 bersama James Hetfield dan Lars Ulrich, tapi dikeluarkan karena masalah obat terlarang sebelum band itu merekam album pertama mereka.

Mustaine kemudian membentuk Megadeth bersama basis David Ellefson. Setelah merilis 9 albums studio dan berbagai rekaman konser dan kompilasi, di bulan Januari 2002 Mustaine mendapat kecelakaan motor yang mengakibatkan cedera di tangan kirinya. Karena ia tidak dapat lagi memainkan gitar, ia menyatakan diri keluar dari Megadeth dan pada bulan April tahun itu juga Megadeth bubar.

Pada tahun 2004, setelah menjalani terapi intensif, Mustaine telah pulih dari cederanya dan bermain musik kembali. Ia mengajak Chris Poland, mantan gitaris Megadeth untuk bekerja dalam proyek solonya. Atas tekanan dari perusahaan rekaman, album ini kemudian direkam sebagai Megadeth dan dirilis dengan judul The System Has Failed.

Sewaktu manjalani terapi intensif, Dave Mustaine berubah aluhan, dan memilih untuk memeluk agama Kristen. Dia juga mengganti pandangan politiknya menjadi konservatif dan mendukung Partai Republik. Sangat berbeda sekali bila dibandingkan dengan pandangan politiknya yang tersurat di album-albumnya yang dulu.

Beda Pandangan

Selain terkenal dengan bandnya Megadeth dan Metallica, Mustaine juga terkenal karena terlibat banyak kasus di kalangan industri musik Amerika.

Kasusnya yang paling terkenal tentunya adalah permasalahan dengan Metallica, terutama dengan drummer Lars Ulrich. Dave Mustaine menuntut bahwa dia telah menulis beberapa lagu Metallica, yang paling terkenal "Leper Messiah". Tetapi Metallica menolak pernyataan Mustaine. Fans Mustaine percaya bahwa lagu Metallica yang berjudul "Master Of Puppets" sebenarnya diciptakan oleh Mustaine, tetapi kemudian "dicuri" oleh Metallica.(Wikipedia).

Senin, 05 Juli 2010

KISAH CINTA AMANDA (31)

Catatan Adhytia Zakaria
(((Sambungan entah dari bab berapa)))

"Amanda, kalau begitu semuanya sudah sangat terang, kamu sebenarnya tak butuh cinta. Yang kamu butuhkan adalah seseorang yang bisa menemanimu di keramaian pesta," kataku memecahkan kesunyian malam.
"Maksudmu," tanya Amanda.
"Ya semuanya sudah sangat terang, kamu sebenarnya, membutuhkan seorang suami, bukan butuh kekasih. Yang kamu perlukan seorang mantu keluargamu, bukan seseorang yang bisa mendengarkan sakitmu dengan hatinya, yang mendampingimu saat kesulitan, dan seseorang yang mau mendengarkan tanpa pernah berkata apapun," ujarku.
"Kamu tak butuh kesetiaan, yang kamu butuhkan sebuah kekuatan. Dan sekarang dalam waktu yang sangat singkat ini, kamu mengejar deadline, untuk menetapkan orang yang bisa kamu bawakan untuk membahagiakan orang-orang yang kamu sangat hormati," aku berkata seperti tanpa koma.
"Memang. Aku berpikir, kekasih mudah dicari, tetapi orangtua, hanya ada sekali seumur hidupku. Aku akan lakukan apapun untuk membahagiakan mereka," ujar amanda, tanpa menatapku.
"Ya amanda. Cara pikir kita berbeda. Kamu murni berpikir dengan otakmu, kamu orang formalitas, semua kebahagiaan diukur dari materi, sedangkan aku berpikir dengan rasa. S

NEXT >>>>

Sabtu, 03 Juli 2010

KISAH CINTA AMANDA (17)


Catatan Adhytia Zakaria
(((Sambungan entah dari bab berapa)))

"Kutunggu kamu di taman," begitu pesan singkat yang masuk ke telepon selulerku. Seperti biasa, ini pesan dari nomor Amanda.
"Jangan lambat, ini gelap dan hujan," pesan kedua masuk, ketika aku belum sempat kumembalas.
Kusegera berbenah, memakai celana dan kaos, dan meninggalkan laptop yang masih menyala. Aku tergesa. Lalu, sambil mengunci pintu kamar, kubalas singkat pesannya,
"Iya (plus tanda titik dua dan bintang).

Sepuluh menit aku tiba di taman. Kulihat Amanda mematung di sebuah payung taman. Sendirian. Dengan daster putih, nyaris transparan. Belum sempat kumenyapanya, dia menghampiri, merangkulku, dan memeluk dengan eratnya. Seolah dia sedang berusaha mengusir dingin yang menempel di tubuhnya, dan menikmati hangatnya darahku, yang diyakininya bisa memberi hangat.

"Mengapa gak pakai jaket?" tanyaku, masih dalam pelukan eratnya. DIa tidak menjawab. Biasanya aku memang rewel soal jaket, jika amand keluar rumah kala hujan atau malam.
"Mengapa gak pakai jaket?" tanyaku lagi.
"Maaf, gak sempar. Tadi buru-buru." amanda menjawab tanpa melepas pelukan.

Tak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya malam itu. Tak ada juga pertanyaan tentang sesuatu, selain berkali-kali mengatakan rindu, dan tak mungkin bisa hidup tanpaku.
"Berusaha melupakan, tetapi sesungguhnya tak pernah bisa. Aku selalu merindukanmu," kata Amanda, dengan raut wajah haru.

Lima belas menit kemudian, ia mulai merenggangkan pelukan, mencari bibir dan mataku, lalu mencium dengan rasa yang luar biasa. Kusadari, bajuku basah, oleh air hujan yang menempel di wajahnya, dan airmata yang jatuh dari matanya..

NEXT >>>

Jumat, 02 Juli 2010

KISAH CINTA AMANDA (11)


Catatan Adhytia Zakaria
(((Sambungan entah dari bab berapa)))

“MALAM ini aku mellow. Malam ini aku nangis.” Kataku pada Bella, sahabatku.
“Emangnya, pernah ente tidak mellow kalau bicara soal dia?” ujar Bella bertanya.
Lalu beberapa saat aku terisak. Dari dalam batinku ada bisikan, “Lelaki kok nangis?”
Tetapi pada saat bersamaan, suara batin lain menyela, “Ah, gak benar itu. Lelaki juga punya air mata, Napoleon Bonaparte pun menangis.”

Aku terharu, saat membaca sebuah status fesbuk seorang gadis, “Dulu! Aku bergelimang kasih sayang, aku bergelimang perhatian, dan aku bergelimang kemanjaan. Sekarang! Aku bergelimang air mata. Semoga air mata ini akan membuatku lebih kuat kpd siapa yg kukenal dan kudapat.”
Aku bisa merasakan deritanya. Aku bisa rasakan keperihan yang ditanggungnya.

***

“Jadi ketemu zul?”
tanyaku ke Bella, untuk meredakan suasana yang hening.
“Jadi pak, aku kantornya tadi,” jawab Bella.
“Aku bargaining aja
dan dia udah lebih terbuka tadi.
Aku juga jadi tambah faham bisnisnya,” jelas Bella.
“Sudah deal?”

“Tadi hari yang baik buat dia, karena dia positif dikasih ruang kantor di gedung itu. Mantap banget lokasinya.”

“Kantor untukmu?”
“Bukan, kantor dia.” ujar Bella. “Dan aku bilang anggap dia sama seperti ente pak. Karna dia aku kenal lewat ente, so kita saling support dan harus saling menguntungkan.”
Lalu Bella mencoba menceritakan tentang planning-planning bisnisnya ke depan, yang menurutnya cukup prospektif. Bella teman kosku, yang sangat baik dan setia. Ia sebenarnya seorag seniman. Tetapi sebagai profesional ia banyak bekerja di interior design dan desain grafis. E, tiba-tiba kembali menanyakan soal status FB Amanda.
“Kasihan sekali dia.” Bella mendesah. “Harus ada Robin Hood yang segera menculiknya,” ujarnya.
“Oh, wahai... Sabarlah, Robin Hoodnya sedang asah panah,” kata Bella, seperti orang yang sedang berpuisi.
“Yang tak habis pikir, di
hari-harinya, Amanda kelihatan bahagia.” ujarnya.
“Iya. dia pinter memenej itu, yang sering disebutnya menangis di dalam bantal” kataku tak mampu menahan tangis.
“Loh, kok
tiba-tiba aku jadi mellow ya?”
“Kapan ente gak mellow kalau bicara tentang Amanda????” tanya Bella, seolah seperti tak butuh jawabanku. Bella kenal betul aku, dan Amanda, sang mantanku. Entah sudah lebih seratus kali ia mendengar aku menyebut, Amanda perempuan sempurna satu-satunya yang pernah kukenal. Sempurna lahir batin.

“Bejat banget jika ada lelaki yang tak menghormatinya,” ujarku.
“Udahlah...
asah aja dulu panahnya, ente
tunggu momen, lalu culik dan bawa pergi,” kata Bella, yang seolah kata-katanya tak perlu persetujuanku.
“Yups,
hanya ente temanku curhat soal Amanda yang bisa membuatku jujur, ya kan?” tannyaku. “Makanya aku menyebut ente ‘anak kurang hajar’” kataku.

“Tak ada pilihan buat ente selain harus jujur
,” Bella tertawa.
“Ente bener-benar anak kurang ajar,”
serangku.
“Makanya, ente gak salah pilih orang kan?
Aku lebih pintar menutup rahasia ente daripada brangkas si gayus” tawa Bella makin menjadi-jadi.
“Rekam jejakku semua ente tahu. Jadi kalo sempat bocor, aku cuma hanya mencari satu orang untuk kusembelih,”
aku akhirnya bisa hahaha...
”Rugi kalau ente sembelih orang seperti aku pak,
gak ada gantinya,” tertawa kami lepas.
“Ya, sialnya gitu,” kataku.
Tiba-tiba hening. Untuk memecahkan kesunyian, Bella bilang:
“Sebentar, sebentar. Aku buatkan kopi dulu, biar seru cerita dan nonton bolanya.” Bella mengucapkan itu sambil berlalu. Beberapa saat kemudian, dia datang dengan membawa dua gelas kopi itam. “Ini kopi terenak di dunia,” katanya.
“Ya terenak, sebelum dapat kopi di warung.” Kataku, yang disambut dengan tertawa lepas kami.

22 Juni 2010

>>>NEX>>>

http://www.facebook.com/profile.php?id=1054560503&v=app_2347471856